Website Resmi - Official Website
Pemerintah Kabupaten Kerinci
 
 
Kamis, 18 March 2010
  Online Help Desk :
   Sabrun :
   Dores :
   Noverman :



EMAIL LOGIN SKPD
 

 Username (email):
   Password:
       
 

AGENDA KAMI

Berita

  Senin, 11-01-2010

Saat menghadiri Kenduri Sko

Tiga Desa Jujun 

 

Kerinci – Kenduri Sko tiga Desa Jujun  Kecamatan Keliling Danau  berlangsung meriah, ribuan masyarakat Jujun tumpah ruah di Gedung Pemuda untuk menyaksikan Kenduri Sko bersama Bupati dan  sejumlah unsur muspida.

Bupati disambut dengan penuh rasa suka cita oleh Panitia Pelaksana, tari penyambutan juga telah dipersembahkan, dengan di  selingi pengalungan bunga kepada Bupati Kerinci Murasman dan Ibu Bupati Kerinci Hj Daruli Murasman, dalam penyambutan tersebut Bupati juga terlihat antusias untuk menyaksikan penyambutannya.

Bupati dalam sambutannnya, mengungkapkan dalam kehidupan keseharian masyarakat Kerinci, adat sangatlah memegang peranan yang strategis sejak dahulu sampai sekarang, hal ini tercermin dalam seloko adat “ adat lamo pusako usang, dek lekang kareno paneh, dek lapuk kareno hujan”.

Adat Kerinci sangat kental dengan nuansa agamis terutama agama islam yang mayoritas dianut oleh masyarakat kerinci yaitu adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah, syarak mengato, adat memakai. Keteguhan dan kekukuhan masyarakat kerinci dalam memegang adat dapat tercermin dari pelaksanaan kenduri Sko, upacara pengangkatan depati/ninik mamak.

“ oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung didalam adat istiadat kita ini perlu terus kita berdayakan dan kita kembangkan secara terus menerus guna mendukung program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat kita”. Tegas Bupati

Kegiatan ritual adat yang kita laksanakan pada hari ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita dalam melestarikan nilai-nilai adat, disisi lain kita juga dapat membuka tambo dan menutur kembali kepada generasi muda, sehingga kita bahkan sampai kepada anak cucu kita nantinya tidak akan kehilangan ranji dan silsilah yang mempertautkan antar sesama sehingga terlihat bagaimana hubungan tutur tebano antara satu desa dengan desa yang lainnya, antara satu depati dengan depati lainnya, bahkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Ungkap Bupati .

Tugas dan tanggung jawab para Depati sesuai dengan kato adat memakan habis, memenggal putus, bakato dulu pepatah, bejalan dulu selangkah, tugas dan tanggung jawab ninik mamak adalah kato menyusun, kusut diselesai, keruh di jernihkan, memasukkan petang mengeluarkan pagi.

Apabila norma-norma adat yang telah saya uraikan di atas dapat dipegang oleh depati ninik mamak dan seluruh pemangku adat , insyaallah masyarakat kita akan hidup tentram, rukun dan damai, sehingga terwujud masyarakat kerinci yang sejahtera, Damai, dan agamais. Tandasnya. Yon

 

 



3 Respon pengunjung

1  Dari: Bung Kancil
Post :12/01/2010   07:01:29
Masyarakat Kerinci bagaikan jaringan laba-laba, antara satu dengan lainnya ada pertautan, apakah itu pertautan tambo, silsilah, adat istiadat, dsbnya. Jika putus suatu jaringan akan berdampak kepada jaringan lainnya. Agar jaringan itu tetaputuh dan terjaga ciptakan selalu hubungan interaksi satu dengan lainnya, komunikasi dua arah dalam berbagai cara. Antara lain lewat kenduri adat, gotong royong bersama antar desa, antar kampung, antar kecamatan, lewat kegiatan lainnya seperti musabaqah, seni budaya, olah raga, dllnya.

Dengan demikian, kita akan merasakan sebiduk, sekapal. Bulat kato dek pembuluh, bulat rakyat dek pemimpin, bulat Kerinci bagaikan jaringan laba-laba.

Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah, tak lapuk dek hujan dan tak lekang dek panas.

 
2  Dari: azhari dahlan
Post :14/01/2010   09:01:10
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Kabawah tak berakar, kaateih tak bapucuk. Ini semboyan pemangku adat di tanah sakti alam Kerinci mulai dari hulu sampai ke hilir. Oleh karena itu, sebagai pemegamg amanah kita harus hati-hati jangan sampai kita mengkianati amanh itu sendiri. Dengan kata lain jangan hanya sampai pada Semboyan dan Papenonya saja tapi bagai mana kita merealisasikan, meujudkan agar anak batino kito bisa merasakan dampak/hasil secara langsung. Wassalam.

 
3  Dari: Rangga
Post :16/01/2010   05:01:25
Dalam menapak era globalisasi sedikit banyak perilaku kehidupan kita sehari-hari barang tertentu bersentuhan dengan budaya modern seperti individualisme, kapitalisme, dsbnya. Hal semcam itu tetap mengalir deras kapanpun. Nah untuk mengantisipasinya kita tidak boleh tinggal diam, akan tetapi kita tetap menumbuhkembangkan budaya lokal yang bernilai positif seperti kebersamaan, kekeluargaan, saling mengingatkan, saling berbagi, dsbnya,

Hal semacam ini akan menjadi aset budaya, aset parawisata yang bisa menggugah orang luar untuk melirik Kerinci menjadi salah satu tempat tujuan wisata budaya.

 



Kirim Respon

Email (will not be published) (require)
Site
  Kode Verifikasi (require)

 


Berita Lainnya


 

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Kerinci
© Copyright  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kerinci
Jalan Jenderal  Basuki  Rahmat  Nomor 09 Sungai Penuh, Kerinci - Jambi
Telepon (0748) 21708 Fax (0748) 324150
Website: www.kerincikab.go.id / Email: info@kerincikab.go.id