Kerinci – Kenduri Sko tiga Desa JujunKecamatan Keliling Danauberlangsung meriah, ribuan masyarakat Jujun
tumpah ruah di Gedung Pemuda untuk menyaksikan Kenduri Sko bersama Bupati
dansejumlah unsur muspida.
Bupati disambut dengan penuh rasa suka cita oleh Panitia Pelaksana,
tari penyambutan juga telah dipersembahkan, dengan diselingi pengalungan bunga kepada Bupati
Kerinci Murasman dan Ibu Bupati Kerinci Hj Daruli Murasman, dalam penyambutan
tersebut Bupati juga terlihat antusias untuk menyaksikan penyambutannya.
Bupati dalam sambutannnya, mengungkapkan dalam kehidupan keseharian
masyarakat Kerinci, adat sangatlah memegang peranan yang strategis sejak dahulu
sampai sekarang, hal ini tercermin dalam seloko adat “ adat lamo pusako usang,
dek lekang kareno paneh, dek lapuk kareno hujan”.
Adat Kerinci sangat kental dengan nuansa agamis terutama agama islam
yang mayoritas dianut oleh masyarakat kerinci yaitu adat bersendi syarak,
syarak bersendi kitabullah, syarak mengato, adat memakai. Keteguhan dan
kekukuhan masyarakat kerinci dalam memegang adat dapat tercermin dari
pelaksanaan kenduri Sko, upacara pengangkatan depati/ninik mamak.
“ oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung didalam adat istiadat
kita ini perlu terus kita berdayakan dan kita kembangkan secara terus menerus
guna mendukung program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat kita”. Tegas
Bupati
Kegiatan ritual adat yang kita laksanakan pada hari ini merupakan
salah satu bentuk kepedulian kita dalam melestarikan nilai-nilai adat, disisi
lain kita juga dapat membuka tambo dan menutur kembali kepada generasi muda,
sehingga kita bahkan sampai kepada anak cucu kita nantinya tidak akan
kehilangan ranji dan silsilah yang mempertautkan antar sesama sehingga terlihat
bagaimana hubungan tutur tebano antara satu desa dengan desa yang lainnya,
antara satu depati dengan depati lainnya, bahkan antara satu daerah dengan
daerah lainnya. Ungkap Bupati .
Tugas dan tanggung jawab para Depati sesuai dengan kato adat memakan
habis, memenggal putus, bakato dulu pepatah, bejalan dulu selangkah, tugas dan
tanggung jawab ninik mamak adalah kato menyusun, kusut diselesai, keruh di
jernihkan, memasukkan petang mengeluarkan pagi.
Apabila norma-norma adat yang telah saya uraikan di atas dapat
dipegang oleh depati ninik mamak dan seluruh pemangku adat , insyaallah
masyarakat kita akan hidup tentram, rukun dan damai, sehingga terwujud
masyarakat kerinci yang sejahtera, Damai, dan agamais. Tandasnya. Yon
3 Respon pengunjung
1 Dari:Bung Kancil
Post :12/01/2010 07:01:29
Masyarakat Kerinci bagaikan jaringan laba-laba, antara satu dengan lainnya ada pertautan, apakah itu pertautan tambo, silsilah, adat istiadat, dsbnya. Jika putus suatu jaringan akan berdampak kepada jaringan lainnya. Agar jaringan itu tetaputuh dan terjaga ciptakan selalu hubungan interaksi satu dengan lainnya, komunikasi dua arah dalam berbagai cara. Antara lain lewat kenduri adat, gotong royong bersama antar desa, antar kampung, antar kecamatan, lewat kegiatan lainnya seperti musabaqah, seni budaya, olah raga, dllnya.
Dengan demikian, kita akan merasakan sebiduk, sekapal. Bulat kato dek pembuluh, bulat rakyat dek pemimpin, bulat Kerinci bagaikan jaringan laba-laba.
Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah, tak lapuk dek hujan dan tak lekang dek panas.
2 Dari:
azhari dahlan
Post :14/01/2010 09:01:10
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Kabawah tak berakar, kaateih tak bapucuk. Ini semboyan pemangku adat di tanah sakti alam Kerinci mulai dari hulu sampai ke hilir. Oleh karena itu, sebagai pemegamg amanah kita harus hati-hati jangan sampai kita mengkianati amanh itu sendiri. Dengan kata lain jangan hanya sampai pada Semboyan dan Papenonya saja tapi bagai mana kita merealisasikan, meujudkan agar anak batino kito bisa merasakan dampak/hasil secara langsung. Wassalam.
3 Dari:
Rangga
Post :16/01/2010 05:01:25
Dalam menapak era globalisasi sedikit banyak perilaku kehidupan kita sehari-hari barang tertentu bersentuhan dengan budaya modern seperti individualisme, kapitalisme, dsbnya. Hal semcam itu tetap mengalir deras kapanpun. Nah untuk mengantisipasinya kita tidak boleh tinggal diam, akan tetapi kita tetap menumbuhkembangkan budaya lokal yang bernilai positif seperti kebersamaan, kekeluargaan, saling mengingatkan, saling berbagi, dsbnya,
Hal semacam ini akan menjadi aset budaya, aset parawisata yang bisa menggugah orang luar untuk melirik Kerinci menjadi salah satu tempat tujuan wisata budaya.