Kondisi kesehatan merupakan komponen kedua yang menentukan kualitas sumberdaya manusia setelah tingkat pendidikan. Tingkat kesehatan penduduk ditentukan oleh berbagai faktor diantaranya adalah lingkungan, Perilaku,hereditas( Keturunan ) dan pelayanan kesehatan. Jika seluruh komponen pembentuk kesehatan relatif lebih baik maka kondisi kesehatan masyarakat juga akan menjadi lebih baik, demikian juga sebaliknya. Derajat kesehatan masyarakat secara umum diantaranya direfleksikan oleh status gizi masyarakat, tingkat kematian bayi, tingkat kematian ibu melahirkan dan usia harapan hidup.
Derajat
Kesehatan Penduduk Kabupaten Kerinci
Tahun 2000, 2005 dan 2008
Uraian
Satuan
2000
2005
2008
Usia Harapan Hidup
Tahun
68
68
69
Angka Kematian Bayi (AKB)
Per 1.000
31
31
15
Angka Kematian Ibu (AKI)
Per 1.000
1,80
1,78
1,75
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
%
19,45
19,40
19,20
Status Gizi Balita :
-Gizi Lebih
%
62,0
62,56
23,66
-Gizi Baik
%
32,50
34,32
77,26
-Gizi Kurang
%
3,01
3,05
0,90
-Gizi Buruk
%
0,07
0,07
0,01
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Kerinci
Sarana dan Prasarana Kesehatan
Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan atau mewujudkan masyarakat yang lebih sehat malalui sosialisasi dan kegiatan penyuluhan tentang pola hidup sehat serta memberikan pelayanan pengobatan terhadap masyarakat yang menderita suatu penyakit. Jangkauan pelayanan kesehatan akan semakin luas jika sarana dan prasarana kesehatan tersedia dalam jumlah yang mencukupi dan kualitas yang lebih baik serta dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat. Artinya, penyediaan sarana dan prasarana kesehatan harus mampu menghasilkan pelayanan berbiaya rendah sehingga dapat dijangkau oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau masyarakat miskin.
Ketersediaan berbagai sarana dan tenaga kesehatan cukup memadai dimana tahun 2003 terdapat 4 buah rumah sakit, puskesmas 18 buah, pustu 52 buah rumah bersalin 7 buah dan apotik 6 buah. Sarana dan prasarana tersebut masih tersentra di ibukota Kabupaten yaitu Kecamatan Sungai Penuh, namun demikian pelayanan kesehatan sudah cukup merata diseluruh kecamatan dengan adanya puskesmas dan pustu.
Jumlah
Sarana dan Prasarana Kesehatan Kabupaten Kerinci
Tahun 2000, 2005 dan 2008
Uraian
Satuan
2000
2005
2008
RSU Pemerintah
buah
1
1
1
RSU Swasta
buah
3
3
2
RS Kebidanan
buah
-
-
-
Puskesmas
buah
17
18
20
Puskesmas Rawat Inap
buah
4
4
4
Puskesmas Pembantu
buah
49
52
50
Puskesmas Keliling
buah
18
18
18
BP
buah
-
-
Apotik
buah
12
12
12
Toko Obat
buah
5
5
7
Dokter Praktek Swasta
Orang
30
30
40
Dokter Gigi Praktek Swasta
Orang
2
2
3
Bidan Praktek Swasta
Orang
80
80
86
Laboratorium Klinik
buah
1
1
1
Posyandu
buah
305
305
305
Polindes Binaan
buah
25
25
25
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci
Tenaga Kesehatan
Tenaga kesehatan merupakan bagian utuh dari penyediaan sarana dan prasarana kesehatan. Tenaga kesehatan berhubungan langsung dengan berbagai kelompok masyarakat yang akan dilayani. Selain ditentukan oleh jumlahnya secara mencukupi dan kualitasnya yang lebih baik, pelayanan tenaga kesehatan kepada masyarakat juga ditentukan oleh kesadaran setiap individu tenaga kesehatan terhadap tugasnya dan keikhlasan memberikan pelayanan tanpa perilaku diskriminatif. Kesadaran akan nilai-nilai sosial terhadap sesama umat manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan pemerataan pelayanan kesehatan.
Kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Kabupaten Kerinci ditunjukkan pada Tabel 2.17 dan 2.18. Jumlah tenaga kesehatan telah meningkat secara signifikan selama delapan tahun terakhir dari sekitar 597 orang pada tahun 2000 menjadi 756 orang pada tahun 2008. Peningkatan ini terjadi pada semua tempat dimana tenaga kesehatan tersebut bertugas. Peningkatan tertinggi terjadi pada tenaga perawat.
Sedangkan tenaga kesehatan yang tersedia di Kabupaten Kerinci tahun 2003 adalah ; Dokter Spesialis 8 orang, Dokter umum, 31 orang, Dokter Gigi 6 orang, Bidan 119 orang, perawat 114 orang dan Mantri Kesehatan/Pembantu Paramedis sebanyak 45 orang.
Tenaga Kesehatan Menurut Tempat Tugas Kabupaten
Kerinci
Tahun 2000, 2005 dan 2008
NO
TEMPAT TUGAS
2000
2005
2008
1
Dinas Kesehatan
63
72
85
2
Puskesmas
342
375
406
3
RSUD
192
204
265
Jumlah
597
651
756
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci
Bila dilihat dari kualifikasinya, penyediaan tenaga kesehatan masih relatif terbatas untuk dokter spesialis dan dokter umum, tetapi sudah cukup memadai untuk tenaga paramedis. Dokter spesialis yang ada masih terbatas pada beberapa bidang keahlian tertentu saja seperti spesialis mata, penyakit dalam, SPOG, spesialis bedah,spesialis syaraf/neurologi, Bidang-bidang lainnya yang cukup penting sepert jantung, anestesi, dan Anak, rontgen belum tersedia. Kondisi ini menyebabkan masyarakat harus berobat ke luar daerah untuk memperoleh pelayanan kesehatan dalam bidang-bidang tersebut. Kondisi menyebabkan biaya pelayanan kesehatan menjadi lebih mahal karena banyaknya biaya di luar pelayanan kesehatan yang harus dikeluarkan seperti biaya transportasi dan akomodasi.
Tenaga Kesehatan Menurut Kualifikasi Kabupaten
Kerinci