Wilayah Kabupaten Kerinci terletak dibagian barat Pulau Sumatera tepatnya diantara 01o41' sampai 02o26' lintang selatan dan 101o08' sampai 101o40' bujur timur. Kabupaten ini berjarak sekitar 418 km dari Kota Jambi, dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Merangin.
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.
Luas Wilayah
Sejak awal tahun 2009 Kabupaten Kerinci dimekarkan menjadi dua wilayah administratif yang terpisah dengan berdirinya Kota Sungai Penuh. Setelah pemekaran, luas wilayah Kabupaten Kerinci berkurang menjadi 380.850 Ha menempati urutan ketiga tersempit diantara Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Jambi atau seluas 7,13 persen dari total wilayah Propinsi Jambi. Dari keseluruhan luas wilayah tersebut sekitar 50,37 persen telah diklaim oleh pemerintah sebagai bagian areal Taman Nasional Kerinci Seblat. Areal yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan seperti kawasan budidaya hanya tersisa sekitar 49,63 persen atau 3,59 persen dari keseluruhan luas wilayah Propinsi Jambi. Dari 189.028 Ha areal yang dapat dimanfaatkan, seluas 41.620 Ha atau 22,12 persen merupakan kawasan non pertanian dan hanya 147.408 Ha yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya pertanian.
Secara administratif, keseluruhan luas wilayah Kabupaten Kerinci terkelompok ke dalam 12 (dua belas) kecamatan dengan karakteristik yang cukup beragam seperti jumlah desa/kelurahan, luas wilayah, jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, kualitas sumber daya manusia, potensi sumber daya alam, kondisi geografis, dan ketersediaan sarana dan prasarana. Keragaman berbagai karakteristik tersebut menyebabkan perkembangan masing-masing wilayah cukup bervariasi antar kecamatan.
Tabel 2.1 Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Kerinci, Tahun 2009
No.
Kecamatan
Desa/
Kelrh
Luas
(KM2)
Jumlah
Penduduk
Kepadatan
per KM2
1
Kayu Aro
29
328,05
35.986
109,70
2
Gunung Tujuh
11
162,50
11.824
72,76
3
Gunung Kerinci
10
350,00
11.525
32,93
4
Siulak
27
590,20
30.234
51,23
5
Air Hangat
22
216,75
21.284
98,20
6
Air Hangat Timur
16
160,00
18.473
115,46
7
Depati VII
14
25,80
14.135
547,87
8
Sitinjau Laut
15
58,25
14.043
241,08
9
Danau Kerinci
15
298,47
16.085
53,89
10
Keliling Danau
20
304,39
22.160
72,80
11
Batang Merangin
14
567,32
22.725
40,06
12
Gunung Raya
16
746,77
15.169
20,31
Jumlah
Total
209
3808,50
233.643
61,35
Sumber: BPS Kab. Kerinci.
Topografi dan Morfologi
Wilayah Kabupaten Kerinci merupakan daerah pergunungan yang terletak disepanjang Bukit Barisan membentang dari Gunung Kerinci sampai ke Gunung Raya. Lokasi wilayahnya berada pada ketinggian 500 m�3805 m dpl, beriklim tropfis dan hawa yang sejuk dengan suhu rata-rata berkisar diseputar 22 derajat Celcius. Karakter wilayahnya bergelombang dan berbukit-bukit membentok enclave yang sangat luas dan sebahagian ditutupi hutan lebat yang alami. Sebagian besar wilayahnya (81,22 %) terletak pada ketinggian di atas 1000 m dpl, sementara wilayah yang berketinggian antara 500 -1000 m dpl seluas 72.246 Ha (17,20 %) dan wilayah yang berada di bawah 500 m dpl hanya 6.636 Ha (1,58 %) yaitu di Kecamatan Gunung Raya dan Batang Merangin.
Tabel 2.2 Luas Kabupaten Kerinci dirinci menurut Ketinggian Tempat dari Permukaan Air Laut (dalam Ha)
NO
KECAMATAN
KETINGGIAN TEMPAT (M dpl)
JUMLAH
100 - 500
500 - 1000
< 1000
1
Kayu Aro
-
-
49.055
49.055
2
Gunung Tujuh
3
Gunung Kerinci
-
4.025
89.995
94.020
4
Siulak
5
Air Hangat
-
4.160
36.095
40.255
6
Air Hangat Timur
7
Depati VII
8
Sitinjau Laut
-
-
5.825
5.825
9
Danau Kerinci
-
4.310
25.420
29.730
10
Keliling Danau
-
4.490
25.830
30.320
11
Batang Merangin
4.646
21.562
30.302
56.510
12
Gunung Raya
1.990
22.945
49.450
74.385
Jumlah
6.636
61.492
311.972
380.100
Persentase
1,75
16,18
82,08
100,00
Sumber: Badan Pertanahan Daerah
Secara umum wilayah Kabupaten Kerinci dapat dikelompokkan dalam beberapa satuan morfologi yaitu dataran, perbukitan yang begelombang halus sampai perbukitan sedang dan pergunungan. Dari bentuk morfologi dan peyebaran batuannya, maka orientasi kearah utara akan dijumpai morfologi yang lebih tinggi yaitu morfologi perbukitan gelombang sampai pergunungan, yang diikuti dengan variasi dan jenis batuan yang ada, sedangkan pada orientasi kearah selatan akan dijumpai morfologi dataran rendah dan batuan yang relatif sejenis. Kondisi tofografi dan morfologi demikian, menyebabkan wilayah Kabupaten Kerinci memiliki potensi sumber daya yang besar dan keindahan alam yang sangat menakjubkan.
Jenis dan Tata Guna Tanah Lahan yang terdapat di wilayah Kabupaten Kerinci terbagi ke dalam 6 (enam) jenis yaitu Andosol, Laosol, Podsolik, Alluvial, Komplek Podsolik-Latosol dan Latosol serta jenis tanah komplek Latosolol-Litosol. Dilihat dari komposisinya, jenis tanah yang paling dominan adalah tanah Andosol yang tersebar pada sebagian besar wilayah dengan luas mencapai 275.755 ha atau 65,65 % dari total luas tanah yang ada. Jenis tanah Latasol menempati urutan kedua denagnlua 88.704 ha atau 21,12 %, diikuti oleh jenis tanah Podsolik (28.761 ha atau 6,85 %), Alluvial (11.200 ha atau 2,67 %), Campuran Podsolik-Latasol dan Litosol 12.975 ha atau 3,09 %, serta campuran Latosol dengan Litosol (2.605 ha atau 0,62 %).
Jenis tanah Alluvial merupakan tanah yang baru berkembang, terdapat pada daerah endapan sungai atau daerah rawa-rawa tertentu. Jenis tanah ini berasal dari alluvium yang kaya unsur hara dengan tingkat kesuburan yang tinggi, sehingga sangat cocok dimanfaatkan sebagai lahan kegiatan pertanian.
Dari berbagai jenis tanah yang ada di Kabupaten Kerinci, penggunaannya beragam sesuai dengan potensi masing-masing jenis lahan tersebut. Sebagai daerah yang sebagian besar lahannya termasuk ke dalam areal Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), penggunaan tanaha untuk areal hutan negara/hutan lebat memiliki porsi paling besar diikuti oleh penggunaan lahan untuk tegal, ladang, kebun, dan huma. Proporsi penggunaan lahan untuk areal hutan negara/lebat mencapai lebih separoh dari total luas lahan di daerah ini.
Penggunaan Lahan di Kabupaten Kerinci
No.
Jenis Penggunaan
Luas
(Ha)
Persentase
thd Total
1
Sawah
16.125
3,84
2
Sawah Lebak, Polder, dll
-
-
3
Perkebunan
11.455
2,73
4
Bangunan dan Halaman Sekitar
2.135
0,51
5
Tegal, Ladang, Kebun dan Huma
130.720
31,12
6
Padang Rumput
28.025
6,67
7
Tambak, Kolam, Tebat dan Empan
5.080
1,21
8
Hutan Negara / Hutan Lebat
(TNKS)
215.000
51,19
9
Hutan Rakyat, Belukar
1.740
0,42
10
Lahan Kering yang tidak terpakai
765
0,18
11
Lainnya / Sungai / Jalan
8.955
2,13
Jumlah
420.000
100,00
Sumber : Sub. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Catatan : Termasuk wilayah Kota Sungai Penuh
Sungairing dengan dinamika perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat pola penggunaan tanah telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Selama lima tahun terakhir, penggunaan tanah untuk lahan persawahan turun rata-rata sebesar 0,96 persen per tahun, tegalan naik 0,82 persen, pekarangan naik 0,31 persen, dan penggunaan lainnya turun 1,57 persen dari total luas lahan pertanian. Dinamika penggunaan lahan pertanian selain terkait dengan fluktuasi harga berbagai komoditi hasil pertanian di pasar domestik dan internasional juga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk berbagai penggunaan lainnya seperti pembangunan areal pemukiman penduduk, gedung perkantoran, pertokoan, dan infrastruktur jalan.