Website Resmi - Official Website
Pemerintah Kabupaten Kerinci
 
 
Sabtu, 20 March 2010
  Online Help Desk :
   Sabrun :
   Dores :
   Noverman :



EMAIL LOGIN SKPD
 

 Username (email):
   Password:
       
 

AGENDA KAMI
DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
KABUPATEN KERINCI

Kehutanan dan Perkebunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dimana kawasan Kehutanan dan Perkebunan keberadaaanya hanya berada pada satu wilayah merupakan salah satu sumber daya alam karunia Allah SWT yang keberadaannya secara langsung maupun tidak langsung memberikan manfaat atau kontribusi yang besar terhadap kehidupan manusia. Secara ekonomis hutan dapat menghasilkan kayu, satwa dan hasil hutan ikutan lainnya, secara ekologis hutan berfungsi sebagai pengatur tata air, lingkungan, penjaga kesuburan tanah, stabilitas iklim maupun perannya sebagai sarana wisata dan Perkebunan secara ekonomis dapat menghasilkan produk perkebunan, pengaturan tata air, dan dapat mejaga keseimbangan lingkungan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hutan dan perkebunan memiliki fungsi-fungsi vital terhadap kelangsungan hidup manusia, yang jika tidak dikelola secara bijaksana dapat mendekatkan manusia  pada jurang kehancuran dan bencana.

Seiring dengan semakin besarnya kebutuhan hidup manusia dalam kaitannya terhadap keberadaan fungsi hutan dan lahan perkebunan, dapat menyebabkan peningkatan tekanan/ gangguan yang mengakibatkan penurunan kualitas dan fungsi hutan dan lahan perkebunan. Tekanan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua hal, yaitu :  tekanan terhadap lahan (kawasan hutan dan perkebunan), maupun tekanan terhadap hasil hutan dan produk perkebunan.  Tekanan terhadap lahan, kegiatannya adalah membuka hutan dan kawasan hutan untuk perladangan, pemukiman dan pembakaran hutan sebagai persiapan lahan budidaya tanaman komoditi perdagangan (perkebunan) atau tanaman semusim. Sedangkan tekanan terhadap hasil hutan, kegiatannya berupa pengambilan hasil hutan tanpa memperhatikan status fungsi hutan, azas kelestarian hasil serta tidak adanya upaya pelestarian dan pembudidayaan spesies (flora maupun fauna) dan tekanan pada hasil perkebunan, kegiatannya berupa pemanfaatan/ pengambilan produk perkebunan dan lain-lain tanpa memperhatikan peremajaan kembali dan kualitas daya saing produk. Untuk itulah diperlukan kelembagaan dan regulasi yang populis mengatur tentang pemanfaatan dan pelestarian fungsi hutan dan lahan perkebunan bagi kesejahteraan manusia.

Luas Wilayah Kabupaten Kerinci adalah 380.000 Ha dan merupakan Kabupaten terkecil ketiga di antara Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Jambi (seluas 7,20 % dari total luas Propinsi Jambi). Dari luas wilayah Kabupaten Kerinci keseluruhan 191.822 Ha (50, 37 %) merupakan wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat,  hanya sekitar 189.27 Ha (49,63 %) yang merupakan areal penggunaan lain seperti, kawasan hunian, hutan konservasi dan lahan pertanian serta perkebunan.

Wilayah Kabupaten Kerinci merupakan daerah pegunungan yang membentang dari Gunung Kerinci sampai Gunung Raya, sebagian besar (98,44 %) berada pada ketinggian 500 m – 3805 m dpl merupakan bagian dari Bukit Barisan. Karakter wilayah bergelombang dan berbukit-bukit membentuk enclave yang sangat luas dan sebagian ditutupi hutan lebat yang alami.  Sebagian besar (81,22 %) wilayah kabupaten Kerinci terletak pada ketinggian di 1000 m dpl.  Daerah berketinggian antara 500 – 1000 m dpl seluas 72.246 Ha (17,20 %).  Sedangkan yang berada dibawah 500 m dpl hanya 6.636 Ha (1,58 %) terdapat di Kecamatan Gunung Raya dan Merangin.

Jenis tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Kerinci terbagi ke dalam 6 (enam) jenis tanah, yaitu Andosol, Latosol, Podsolik, Alluvial, Komplek Podsolik-Latosol dan Latosol serta jenis tanah komplek Latosol-Litosol.

Jenis tanah alluvial merupakan tanah yang baru berkembang yang dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan terdapat di daerah endapan sungai atau daerah rawa-rawa tertentu dan tanah Alluvial yang berasal dari Alluvium umumnya merupakan tanah subur yang cocok untuk lahan pertanian.

Tutupan Lahan di Kabupaten Kerinci

No

Jenis Hutan

Kab 2009

1

Badan Air

                 8.915

2

Hutan

             212.503

3

Hutan Budidaya

               35.353

4

Kebun Campuran

                 7.705

5

Perkebunan

                 5.640

6

Permukiman

                 7.536

7

Pertanian Tanah Kering

               70.582

8

Rumput/Tanah Terbuka

                 9.017

9

Sawah

               12.874

10

Semak/ Belukar

               10.725

 

 

             380.850


Kawasan Lindung (non budidaya) adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama menjaga kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam serta budaya dan sejarah bangsa untuk kepentingan berlangsungnya pembangunan yang berkelanjutan.  Kawasan lindung harus mendapat perlindungan dari kegiatan-kegiatan produksi dan kegiatan manusia lainnya yang dapat merusak kelestarian lingkungan kawasan,  kawasan lindung terdiri dari :
  1. Kawasan yang memberikan perlindungan pada kawasan di bawahannya, meliputi Hutan Lindung, Kawasan Bergambut dan Kawasan Resapan Air.
  2. Kawasan Perlindungan Setempat, meliputi Kawasan Sempadan Sungai, Kawasan sekitar Danau/Waduk dan Kawasan sekitar Mata Air.
  3. Kawasan Suaka Alam dan Cagar Alam terdiri dari Kawasan Suaka Alam, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam serta Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan.
  4. Kawasan Rawan Bencana  adalah kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam.
Kawasan Budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan serta merupakan kawasan di luar kawasan lindung yang kondisi fisik dan potensi sumberdaya alamnya dapat dan perlu dimanfaatkan secara optimal baik kepentingan produksi/kegiatan usaha maupun pemenuhan kebutuhan manusia, oleh karena itu penetapan kawasan ini dititik beratkan pada usaha untuk memberikan dan menunjang pengembangan berbagai kegiatan budidaya sesuai dengan potensi yang ada dengan memperhatikan pemanfaatan yang efisien dan efektif, kawasan budidaya terdiri dari :
  1. Kawasan Hutan Produksi  meliputi :  Kawasan Hutan Produksi Terbatas, Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Kawasan Hutan Produksi Konversi.
  2. Kawasan Pertanian meliputi : Kawasan Tanaman Pangan Lahan Basah, Kawasan Tanaman Pangan Lahan Kering, Kawasan Tanaman Tahunan/Perkebunan, Kawasan Peternakan dan Kawasan Perikanan.
  3. Kawasan Pertambangan, adalah kawasan yang diperuntukkan bagi pertambangan, baik wilayah yang sedang maupun yang segera akan dilakukan kegiatan pertambangan.
  4. Kawasan Pariwisata, adalah kawasan yang diperuntukan bagi kegiatan wisata.
  5. Kawasan Pemukiman, adalah kawasan yang diperuntukan bagi kawasan pemukiman.
Potensi sumber daya  alam berupa flora dan fauna dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang di dalamnya terdapat lebih kurang 4000 jenis flora yang didominasi oleh famili Dipterocarpacae, Leguminosae, Lauraceae dan Mirtaceae dan pada daerah di atas 3000 m dpl terdapat semak-semak Alvin dari Vaccinium Rhododendron. Selain itu juga terdapat tegakan alam Pinus Merkusii Strain Kerinci, Bunga Bangkai, Amorphophalus Titanum, Bunga Raflesia Arnoldi dan lain-lain. Sedangkan fauna yang terdapat dalam areal TNKS terdiri dari 37 jenis mamalia, 139 jenis burung, 10 jenis reptilia dan 6 jenis primata. Satwa langka seperti Badak Sumatra (Dicerorphinis sumatrensis), Harimau Sumatra (Phantera tigris), Macan Dahan (Neopelis nebbulosa), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis), dengan jenis primata seperti Siamang (Sympalangus syndactilus), Ungko (Hylobetes agilis), Simpai (Presbytis melaluphos), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Beruk (Maraca nemestrina), Kera (Mancaca dascicu-laris) dan lain-lain.

Potensi sumbar daya objek wisata lainnya berupa Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danu Lingkat, Air Terjun, Gunung Kerinci, Air Panas, Aroma Peco, Goa, Panorama Alam, Batu Gong Pondok, Batu Bersurat, Mesjid Agung Pondok, Mesjid Keramat Pulau Tengah, Periuk Tembikar Rawang dan Tulisan Rencong pada kulit kayu dan tanduk.   

Sumber daya hutan yang terdapat di Kabupaten Kerinci adalah Taman Nasional Kerinci Seblat dan Hutan Produksi Pola Partisipasi Masyarakat (HP3M).  Disamping fungsi TNKS mempertahankan ekosistem dalam kondisi alaminya, melestarikan keanekaragaman ekologis dan sumberdaya plasma nutfah, juga menjaga keseimbangan ekologis dan tata air lingkungan dan sebagai catchment area yang mencegah terjadinya banjir, erosi, dan longsor yang sering terjadi pada daerah perbukitan.  Sedangkan HP3M telah dimanfaatkan untuk budi daya tanaman Casiavera (Kayu Manis) sebagai salah satu mata pencaharian sebagian penduduk Kerinci.  Saat ini lebih dari 60 % HP3M telah beralih fungsi menjadi perladangan penduduk dan perkebunan rakyat serta lahan-lahan terlantar.

Sumber Daya Hutan di Kab. Kerinci (Ha)

No.

U  R  A  I  A  N

Luas (Ha)

1.

Lahan Kritis

45.569

2.

Hutan Taman Nasional

191.822

3.

Hutan Hak / Milik

5.000

4.

Hutan Adat

1.751,50

5.

HP3M

28.665

 

J  U  M  L  A  H

272.808

Sumber : Dishutbun 2009


Penyebaran dari lahan/hutan yang tidak produktif sudah sangat meluas, baik di dalam kawasan hutan (HP3M) maupun di luar kawasan hutan (areal budidaya/lahan tidur).   Lahan yang tidak produktif ini (lahan kritis)  bermunculan sebagai akibat pola usaha tani dari masyarakat yang masih tradisionil (tidak intensif dalam pengolahan areal) atau masih bersifat nomaden.  Dengan pola pertanian yang masih tradisonil tersebut, maka kontribusi lahan pertanian/budidaya terhadap pengentasan hidup petani masih minim.  Untuk itulah perlu adanya perubahan pola bertani, dari pola tradisonil menjadi pola bertani intensif dengan penerapan teknologi tepat guna.

Potensi lahan kritis yang masih sangat tinggi, yaitu seluas 45,569 Ha, akan sangat bernilai dan dapat memberikan manfaat yang nyata dalam upaya pengentasan hidup petani di masa mendatang.

Lahan perkebunan disamping telah dimanfaatkan HP3M juga dapat dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan rakyat seperti pengembangan Tebu rakyat, Karet, kopi, tembakau dan tanaman perkebunan lainnya.

Lahan Kritis di 12 Kecamatan dalam Kabupaten Kerinci

No

Kecamatan

Dlm Kawasan

Luar Kawasan

Total

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Gunung Raya

Batang Merangin

Keliling Danau

Danau Kerinci

Siitnjau Laut

Air Hangat

Air Hangat Timur

Depati VII

Gunung Kerinci

Siulak

Kayu Aro

Gunung Tujuh

8.761

3.331

682

2.696

169

1.005

2.068

-

2.120

1.870

1.280

855

7.267

4.316

629

1.157

524

947

278

492

1.804

1.292

1.093

933

16.028

7.647

1.311

3.853

693

1.952

2.346

492

3.924

3.162

2.373

1.788

 

J  U  M  L  A  H

24.837

20.732

45.569


Hutan Adat yang tersebar di Kabupaten Kerinci :
  1. Hutan Adat Bukit Sembahyang luas 39,04 Ha yang berada di Kecamatan Siulak Desa Air Terjun(Dusun Tinggi)
  2. Hutan Adat Bukit Tinggai luas 41,27 Ha yang berada di Kecamatan Air Hangat Timur Desa Sungai Deras
  3. Hutan Adat Bukit Temedak luas 23 Ha yang berada di Kecamatan Keliling Danau Desa Keluru
  4. Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning Muara Air Dua , yang berada di Kecamatan Setinjau Laut Desa
  5. Hutan Adat Lima Puluh Tumbi, yang berada di Kecamatan Gunung Raya Desa Lempur


Data Pembibitan tahun 2009

No

Volume

Lokasi

Jenis

Surian

(Kg)

Mahoni

(Kg)

MPTS

(Kg)

Gmelina

(KG)

1

18x36 M

Desa Siulak Deras Mudik /Kecamatan Gunung Kerinci

5

11

20

6,67

2

18x36 M

Desa Siulak Kecil Hilir / Kec. Siulak

5

11

20

6,67

3

18x36 M

Desa Sekungkung /Kecamatan Depati Tujuh

5

11

20

6,67

4

18x36 M

Desa Koto baru Semerap/Kecamatan Keliling Danau

5

11

20

6,67

5

18x36 M

Desa Koto baru Hiang/Kecamatan Setinjau Laut

5

11

20

6,67

6

18x36 M

Desa Sanggaran Agung /Kecamatan  Danau Kerinci

5

11

20

6,67

 

 

 

30

66

120

40,02

 

Data Rehabilitas Hutan dan Lahan dengan Pola Agroforestry Tahun 2009

No

Kelompok/Lokasi

Kecamatan

Volume

Bibit

Ha

Tanaman Hutan Hutan

MPTS

1

Sungai Batu Hitam/ Siulak Deras Mudik

Gunung Kerinci

22

32.253

8.083

2

Suka Makmur / Kelurahan Siulak Deras

Gunung Kerinci

22

32.253

8.063

3

Bina Harapan tani / Mukai Tinggi

Siulak

22

32.253

8.063

4

Pinang Sebatang / Tanjung Batu

Keliling Danau

22

32.253

8.063

5

Sungai Pagar / Pulau Sangkar

Batang Merangin

22

32.253

8.063

6

Renah kayu Pacat/ Selampaung

Gunung Raya

22

32.253

8.063

 

Jumlah

 

132

193.518

241.896

 

Hasil Patroli Pengamanan Hutan dan Pengendalian Kebakaran Tahun 2009

No

Jenis

Volume

Lokasi

1

Kebakaran Lahan

33 Ha

Kecamatan Air Hangat

 

 

1 Ha

Kecamatan Air Hangat Timur

2

Patroli

3 Kali

Kecamatan Batang Merang

 

 

 

Kecamatan Siulak

 

 

 

Kecamatan Setinjau Laut

3

Hasil Tangkapan

12 Kubik

Kecamatan Batang Merangin

Pemilik Raonal Sihaloho

4

Kayu Illegal

1.312 Kbuki

Kecamatan Kayu Aro dengan Jenis Surian, Medang Kuning, Durian, Mangga

 

Demplot Kopi Tanaman Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kerinci Tahun 2009

No

Kelompok Tani / Lokasi

Kecamatan

Volume

1

Suka Maju  / Sungai Pegeh

Siulak

1 Ha

2

Usaha Bersama/Sungai Betung Hilir

Gunung Kerinci

1 Ha

3

Karya Bersama / Sanggaran Agung

Danau Kerinci

1 Ha 

4

Titian Tani / Batang Merangin

Batang Merangin

1 Ha

5

Setia Kawan/ Kebun Baru

Gunung Raya

1 Ha 

 

Jumlah

 

5 Ha

 

Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama

 

 

 

 

 

Kabupaten Kerinci

 

 

 

 

 

 

 

Tahun Data : 2008

 

 

 

 

 

 

 

No

Kabupaten/Kota

Luas Lahan (Ha)

 

 

Kecamatan

Non Pertanian

Sawah

Lahan Kering

Perke

bunan

Hutan

Lainnya

Total

1

Kayu Aro

 

                913

                     5.538

                2.291

                14.435

       12.120

    35.297

2

Gunung Tujuh

 

             1.207

                     5.187

                   319

                 6.665

         4.579

    17.957

3

Gunung Kerinci

 

                975

                     9.791

                   964

                16.170

         9.771

    37.671

4

Siulak

 

             1.360

                    12.017

                1.429

                19.014

         9.719

    43.539

5

Air Hangat

 

                953

                     1.809

                   623

                18.496

         2.891

    24.772

6

Depati Tujuh

 

                727

                     2.027

                   361

                    763

            476

     4.354

7

Air Hangat Timur

 

                956

                     1.936

                   488

                14.127

         3.243

    20.750

8

Setinjau Laut

 

             1.353

                     2.204

                   393

                 2.801

         1.126

     7.877

9

Danau Kerinci

 

             1.148

                     2.561

                   399

                18.650

         1.197

    23.955

10

Keliling Danau

 

             1.188

                     4.064

                   863

                27.592

         1.642

    35.349

11

Gunung Raya

 

             1.067

                    13.298

                   577

                34.912

       11.729

    61.583

12

Batang Merangin

 

             1.234

                    10.073

                1.570

                38.690

         4.358

    55.925

 

 

 

           13.081

                    70.505

              10.277

              212.315

       62.851

  369.029

 

Sumber :

1.       Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kerinci 2010-2014.

2.       Laporan Tahunan DISHUTBUN 2009

Statistik Perkebunan DISHUTBUN 2009


 

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Kerinci
© Copyright  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kerinci
Jalan Jenderal  Basuki  Rahmat  Nomor 09 Sungai Penuh, Kerinci - Jambi
Telepon (0748) 21708 Fax (0748) 324150
Website: www.kerincikab.go.id / Email: info@kerincikab.go.id